“Tersenyumlah Lagi, Tersenyumlah Kini”
Salah satu keluhan yang banyak saya terima dari keluarga adalah begitu sulitnya membuat saya tersenyum ketika sedang berfoto, sehingga jika ada foto yang saya sedang tersenyum di dalamnya, itulah mungkin salah satu barang berharga bagi saya.

Padahal, jangankan tersenyum, tertawa pun sudah sering sekali saya lakukan di setiap harinya, yang bukan berarti saya suka cengar-cengir sendirian tanpa kejelasan loh ya!

Saya hanya kesulitan untuk tersenyum jika penyebabnya murni adalah karena kamera, namun tidak akan masalah jika kamera hanya bertugas menangkap saya yang sedang tersenyum entah karena apa.

Saya pribadi sepenuhnya sangat meyakini bahwa senyuman adalah salah-satu make-up
terbaik
untuk menghias wajah kita semua pada banyak suasana, dan biayanya jelas tidak ada, serta tidak punya tanggal kadaluwarsa. 
Senyuman juga merupakan bagian dari sesuatu yang menular layaknya Virus berbahaya, namun efek sampingnya malah menggembirakan dan meringankan beban kehidupan, hingga melegakan perasaan dan keadaan.
Senyuman juga bisa menjadi obat kerinduan dan solusi kebuntuan pikiran, sebab tidak jarang kita malah tersenyum ketika tidak memiliki jawaban atas apapun tantangan dan persoalan yang tengah ada dihadapan.
Senyuman pun masuk dalam kategori amal perbuatan yang baik, yang artinya bahwa Tuhan sudah sedari awalnya menempatkan mekanisme senyuman sebagai bentuk bantuan bagi kita para ciptaan dalam mengarungi dinamika kehidupan.
Bahkan, untuk tersenyum, kita tidak membutuhkan mekanisme yang rumit jika dibandingkan proses biokimia dan mekanika yang perlu kita lalui untuk bisa menjadi sangat marah pada apa saja, sehingga pilihannya memang jelas ada di wajah kita mau dibuat bagaimana selanjutnya.
Itulah kenapa senyuman adalah investasi unik yang sudah otomatis modalnya kita miliki dan tinggal dibagi-bagi setiap hari kepada siapa saja yang kita temui, yang setiap kali kita selesai melakukannya akan bisa membuat diri kita sendiri merasa lebih baik lagi, dan itulah kunci dari pintu masuk ke dalam setiap hati yang kita hadapi.
Walaupun terkadang ironi yang terjadi adalah kita temukan senyuman terindah justru lahir dari terpendamnya berbagai kedukaan yang mendalam, yang telah begitu kelam membentuk mimpi-mimpi malam yang mencekam…
Namun demikian, tetap hiduplah dengan senyuman…
Ada atau tidak ada gigi, pun tersenyumlah lagi…
Pegang atau tidak pegang uang, tetap tebarkan senyuman agar uang malah ramai-ramai jadi berdatangan…
Sebab senyuman tidak melulu memerlukan penjelasan, karena ia berasal dari kebaikan Tuhan.
Maka jadilah penular senyuman yang menginspirasi, dan jadikan diri kita sebagai penyebab orang lain berbagi senyuman di hari yang penting ini.
Ingat, kebahagiaan terdekat itu adanya bukan dimana-mana melainkan di bawah hidung kita sendiri, yang selama ini kita beri nama: Senyuman…

(Jhody Arya Prabawa)
Salam NeoSentra!
Bersyukur🙏
Berdoa🤲
Bahagia👍
Dan Teruslah Berkarya✊
#NeoSentra
0 Comments