“Terjatuhnya Cinta”
Ada saatnya seseorang akan mempercayai imajinasinya sendiri dalam mencintai kita, namun terlumpuhkan jiwanya ketika harus menghadapi kenyataan akan diri kita yang sebenarnya…
Tentunya sah-sah saja jika kita jatuh cinta pada potensi seseorang, namun tetap saja kita hanya akan menjalaninya sebagaimana adanya orang itu saat ini, dan bukan dalam mimpi kita sendiri yang berseri-seri, tetapi tidak kunjung bertepi…
Dan terkadang, kita pun menuntut lebih banyak pada seseorang bukan karena tidak menerimanya sebagaimana adanya dia, melainkan karena kita sendiri begitu yakin jika kita yang diminta olehnya, kita pasti bersedia melakukan itu semua untuknya tanpa banyak lagi bertanya, sehingga wajar kita mengira hal itu akan berlaku juga sebaliknya…
Kita pun semakin terbuai dengan fenomena dunia maya, yang sekarang ini nyaris semua kata-kata berubah hanya menjadi teks semata, begitu pula nasibnya harapan dan curhatan, hampir semua malah tertuangnya di social media, dan bukan lagi tersampaikan sebagai aliran perasaan antar manusia yang jelas-jelas ada wujudnya…
Memang demikian, ketidakmelekatan kita pada seseorang adalah baik dalam konteks berKetuhanan, namun jika saat hadirnya kita ternyata tidak memberi makna apapun juga baginya, biasanya begitu pula sebaliknya dengan tiadanya kita dari hidupnya, dan sekiranya hal itu yang kini tengah melanda, maka terimalah kenyataannya, atau ubahlah keadaannya…
Begitulah buih realita dunia, tidak semua yang saling mencinta bisa berakhir dalam keindahan hidup bersama-sama, karena drama dan dinamika anak manusia sudah dari sananya penuh dengan lika-liku dan suka-duka untuk selamanya…
Jadi, janganlah pernah memaksa diri kita menyeruak masuk menempati sebuah relung jiwa atas nama cinta, sebab jika memang sudah jalannya untuk bersama, maka ruang itu pasti akan tersedia di sana olehnya, untuk dihuni bersama selama Tuhan mengizinkannya..
(Jhody Arya Prabawa)
Salam NeoSentra!
Bersyukur🙏
Berdoa🤲
Bahagia👍
Dan Teruslah Berkarya✊
#NeoSentra



0 Comments