“Remaja & Kepedulian Lingkungan”
Ringkasan Paparan dari Coach NeoSentra (H. Jhody Arya Prabawa, SE, MSi, ACP, CLA, CI.IBH, CT.NCA) di Aula Kebun Kota Hijau Selaras Mandiri tentang Kepedulian Remaja Pada Lingkungan Hidup, Sabtu 10 Desember 2017 di Jakarta:
1. Semua unsur/elemen di alam semesta ini adalah saling terkait satu sama lain. Tidak ada keterpisahan sama sekali meliputi semua benda, termasuk mahluk hidup. Jadi kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar adalah hal yang logis sebagai bentuk kepedulian kita pada diri sendiri, dimana jika kita tidak peduli dengan keadaan lingkungan kita maka itu artinya sama saja dengan kita tidak peduli pada keadaan kita sendiri.
2. Semua atom adalah partikel sekaligus gelombang yang bervibrasi dan memiliki frekuensinya sendiri. Oleh karena itu, apapun yang kita lakukan melalui pikiran dan emosi kita, akan mempengaruhi lingkungan sekitarnya, baik langsung maupun tidak langsung. Sebab, pikiran (melalui otak kita) dan emosi (melalui jantung kita) sama-sama memancarkan gelombang dalam spektrum frekuensi yang khas yang akan direspon oleh alam/lingkungan sekitar kita.
3. Hal paling mendasar yang bisa kita urus sejak usia dini adalah tentang penghematan penggunaan sumber daya sehari-hari dan dampaknya yang berupa sampah. Sumber daya sehari-hari diantaranya adalah Air dan Listrik, sedangkan dampaknya berupa sampah Organik (yang bisa dijadikan pupuk organik kompos dan cair) & Non-organik (yang bisa didaur-ulang dan tidak bisa didaur-ulang). Sampah Non-Organik yang tidak bisa di daur-ulang akan bisa dibuat jadi karya seni kerajinan tangan, atau dibakar menjadi energi panas jika infrastrukturnya tersedia.
4. Penghematan sumber daya bagi remaja hanya bisa berjalan jika kita telah mampu membangun kebiasaan yang tepat. Misalnya, cara menggunakan air ketika sedang mandi dan mencuci. Contoh lainnya adalah memelihara kebiasaan untuk mencabut kabel listrik dari colokannya ketika sedang tidak digunakan. Kebiasaan untuk memilah-milah jenis sampah juga penting untuk ditumbuhkan dari awal agar kepedulian tersebut semakin mengakar sedini mungkin.
5. Sumber daya energi ada yang disebut Energi Baru Terbarukan, yaitu diantaranya Tenaga Surya, Tenaga Air & Tenaga Angin. Pemanfaatan alam kita sendiri adalah hal penting dan cerdas untuk mulai dibiasakan dalam menjawab persoalan sehari-hari bagi para remaja kedepannya nanti, tanpa menciptakan persoalan baru lagi seperti polusi dan lain-lain.
6. Sampah ada juga yang berbahaya, yaitu segala bentuk pikiran dan emosi negatif dari dalam diri kita sendiri yang akan mengotori keputusan-keputusan yang kita ambil sehingga menyesal dikemudian hari. Untuk itu, diperlukan pola pergaulan yang positif yang saling berkolaborasi untuk bisa saling mendukung dalam semua kegiatan yang produktif sesuai tingkat usia dan permasalahan masing-masing di sekolah. Berfokuslah dalam mencari pola kesamaan tujuan untuk kebaikan bersama, dan bukan meruncingkan setiap titik perbedaan.
7. Apa yang dibahas saat ini mungkin belum sepenuhnya bisa dipahami oleh para remaja, namun dalam waktu relatif singkat akan menjadi suatu pijakan dasar dalam memandang perkembangan lingkungan dan ekosistem kita saat ini yang mulai terlihat dampak-dampaknya baik pada skala global hingga skala terkecil di sekitar lingkungan rumah kita sendiri. Oleh karenanya, amatlah penting untuk membangun semangat kebersamaan sesuai dengan kapasitas, minat dan bakat kita masing-masing dalam membangun masa depan yang lebih baik lagi bagi kemanfaatan sebanyak mungkin manusia.
Demikian rangkuman paparan dari Nara Sumber yang merupakan Pendiri NeoSentra Foundation (Yayasan NeoSentra Garda Nusa) yang sekaligus merupakan Anggota Pendiri dari Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri.
#NeoSentra



0 Comments