“Clickbait Dalam Logika, Berita & Propaganda”
Sebagian besar Media selalu paham bahwa ada nilai keuntungan yang sangat besar dari iklan tanpa harus repot2 lagi kini untuk menyediakan “berita yang utuh”. Fenomena ini sudah terlihat setidaknya sejak Pilpres yang lalu, dan sekarang PilGub DKI pun sepertinya masih memiliki pola yang sama, sebagaimana kondisi politik di AS terkait kandidat presiden mereka juga. Politik kebencian semakin subur dan laku karena perilaku paling simpel adalah sekedar menghujat/mengkritisi, ketimbang berkarya/program nyata.
Selama masih banyak orang yang “beriman” kepada propaganda di Internet dan menelan bulat2 apa saja yang tersaji, maka dagangan model begini akan terus laku. Sangat mungkin kedepannya semakin jarang saja pengguna media menggunakan nalar mereka, karena mereka sudah punya media untuk menentukan apa yang seharusnya masuk akal bagi logika mereka sehari-harinya. Ini bahkan sudah menjadi pakem dalam dunia internet marketing.
Biaya iklan memang mahal semahal nilai kredibilitas suatu media, dan kebanyakan dari kita sebagai penggunanya memang wajar untuk cari yang (sebisa mungkin) gratisan, maka berterima-kasih lah pada iklan semakin kontroversial headline beritanya, semakin tinggi nilai komersialnya. Oh LOGIKA, entah mengungsi kemana dia sekarang ini, termakan umpan “clickbait” untuk kemudian berkomentar tanpa dasar, dan merasa sudah bicara hal-hal yang benar…
Pergunjingan memang nyaris selalu selangkah lebih maju dari fakta yang nyata, sebab membahas kekurangan/kelemahan orang lain konon kabarnya bisa membuat kita ‘merasa’ lebih baik loh. Sedangkan membahas kelebihan/keberhasilan orang lain bisa membuat kita sakit hati karena hari gini masih begini-gini aja hidup ini.
Meniup lilin orang lain hingga padam tidak akan pernah bisa membuat lilin kita sendiri bertambah terang… Disitulah bedanya kumpulan para Pecundang dengan kaum para Pemenang.
Sekurang-kurangnya, selalu ada 2 sisi cerita dalam hal apapun, eh maaf ternyata ada 3 ding… Versi Saya, Versi Anda, dan Versi Yang Sebenarnya…
Maka ingatlah selalu adagium ini: “If you’re not paying for it, you’re not the customer. You’re the product!!!”
(Jhody Arya Prabawa)
Salam NeoSentra!
Bersyukur🙏
Berdoa🤲
Bahagia👍
Dan Teruslah Berkarya✊
#NeoSentra



0 Comments