Perubahan & Pelajaran
Biasanya memang perubahan itu menyakitkan. Mengapa?
Karena kita sudah kadung meyakini bahwa perubahan memang harus datang dengan menyakitkan dan berat.
Darimana keyakinan ini datang?
Ya dari pengalaman, baik dari pengalaman diri sendiri, maupun dari manusia lainnya yang kita ketahui melalui berbagai media selama ini.
Lalu pertanyaan berikutnya, apakah pasti harus selalu menyakitkan?
Tentu jawabannya menjadi relatif, yaitu menyakitkan ketika kita melakukan resistensi dan perlawanan atas hal-hal yang memang sudah tidak tercegah lagi.
Lantas, mengapa kita resisten?
Karena biasanya kita belum berhasil menemukan kenapa hal itu harus terjadi pada kita sekarang ini dengan cara begini, dan kita belum bisa menerimanya dengan baik, apalagi ikhlas.
Maka manakala perubahan sedang menghampiri kita, ada baiknya kita coba dulu untuk menelaah apakah hal ini sesuatu yang masih bisa kita ubah atau tidak.
Jika masih, maka mohonlah Kekuatan kepada Tuhan agar kita bisa merubahnya.
Jika tidak bisa lagi, maka mohonlah Kesabaran kepada-Nya agar kita bisa menerima kejadian dan situasi ini sebaik mungkin, serta mengambil pelajaran terbaik dari-Nya.
Namun sebelum itu semua terjadi, biasakanlah untuk memohon Kebijaksanaan kepada-Nya agar kita diberi kemampuan untuk tahu mana bedanya antara hal-hal yang masih bisa kita ubah, dengan mana yang sudah tidak bisa lagi kita ubah, dengan cara belajar lebih baik lagi dalam mengenal sejatinya diri kita sendiri.
Itulah kenapa kita mengenal tradisi Hijrah dalam konteks Kesadaran maupun Kehidupan, pada berbagai kisah perjalanan para Sosok Istimewa sepanjang sejarah peradaban umat manusia, baik Hijrah yang bersifat sementara, ataupun yang untuk selamanya.
Jadi, ada saatnya kita perlu segera Move-on, dan ada waktunya pula untuk kita Stick Around.
Yang manapun itu, jangan pernah kehilangan hikmah dan pelajaran-Nya, kapanpun dan dimanapun, terkecuali kita juga yakin bahwa ada yang namanya Kebetulan dalam hidup ini
Ada yang tetap menangisi pintu yang sudah tertutup, eh tiba-tiba ternyata pintunya terbuka lagi, dan ada pula yang tetap konsisten meratapi pintu yang tertutup itu, padahal pintu di sebelahnya sedang ngablak terbuka lebar…
Yah itulah kehidupan, asalkan kita tidak melulu diam saja, maka kita tidak harus mengikuti roda untuk terus berputar-putar tanpa sadar…
(Jhody Arya Prabawa)
Salam NeoSentra!
Bersyukur🙏
Berdoa🤲
Bahagia👍
Dan Teruslah Berkarya✊
#NeoSentra



0 Comments