Ia Bernama Kesunyian

b
j

by NeoSentra

}

Jul 14, 2018

“Ia Bernama Kesunyian”

Seringkali kita merasa begitu sangat ingin menghilang dari keramaian, namun yang sebetulnya terjadi adalah kita begitu ingin ditemukan…

Entah karena kita tengah lelah atas berbagai kekecewaan, atau justru karena kita sedang ingin merasa dibutuhkan…

Apapun itu, tidak jarang kita justru menemukan banyak pelajaran dan pencerahan dari sebuah kesunyian…

Ada yang menjadi bijak karena mereka pernah menjadi begitu rusak…

Ada pula yang mampu untuk hampir selalu bergembira karena mereka pernah tenggelam dalam lautan kesedihan…

Dan ada pula yang nyaris selalu mampu memahami orang lain karena seumur hidupnya dia telah berusaha untuk bisa memahami dirinya sendiri…

Mereka-mereka ini biasanya adalah kita-kita semua yang tidak ingin orang lain mengalami lagi apa yang pernah mereka lalui sendiri di dalam sepi…

Namun, di saat sunyi ini, boleh jadi kita justru sedang membutuhkan diri kita lagi, sendiri sepenuh hati, sebagai pribadi yang utuh tak terbagi, yang barangkali lama terlupa dari jati diri…

Ada kalanya kita lelah dan menyerah untuk terus peduli, bukan karena kita ingin lari menyelamatkan diri sendiri, melainkan karena tidak ada lagi yang masih peduli untuk terus saling mengisi…

Ada saatnya pula segalanya berakhir dengan saling menangisi…

Pada akhirnya, kesunyian yang bercahaya akan selalu lebih baik dari segenap tawa yang tak lagi bermakna…

Demi secercah asa di ujung sana, tidak jarang kita rela melepas kebersamaan jiwa dan raga kita…

Karena hidup ini penuh dengan suka dan dukanya, memberi warna bagi pelajaranNya…

Dan di saat kita tengah berada tidak dimana-mana, terbuang jauh dari gegap gempita dan hiruk-pikuk gemerlap dunia, maka sesungguhnya Dia tengah memanggil kita, langsung dari dalam setiap relung jiwa, agar kembali kita mau mengingatNya, sebagaimana kita senantiasa terpelihara olehNya…

Sendiri namun tidak pernah sepi…

Sunyi namun dirangkuli langit dan bumi…

Wahai sahabat, tutuplah erat tunggal matamu, maka engkau akan dapat melihat…

Bahwa kita semua selama ini masih begitu kuat, dan akan terus melesat. Terkadang dengan sangat cepat, dan terkadang kita jadi jauh melambat, dan bahkan ada saatnya pula kita harus mau beristirahat…

Apapun itu, tetaplah kita bertekad untuk jalani hidup dengan penuh semangat, karena disitulah letaknya hikmat dan nikmat, agar kita bisa tunaikan peran hidup yang bermartabat…

Semoga kita semua tergapai hakikat, sebelum semua menjadi terlambat…

(Jhody Arya Prabawa)

Salam NeoSentra!

Bersyukur🙏

Berdoa🤲

Bahagia👍

Dan Teruslah Berkarya✊

#NeoSentra

Get Insights!

Follow Us!

Related Posts

Elegi Wifi & Biji

Elegi Wifi & Biji

"Elegi Wifi & Biji" Wahai Tuhanku yang Maha Memelihara Ciptaan-Nya... Sayang sekali pohon ratusan tahun ini masih belum juga bisa memancarkan WIFI sebagaimana pohon-pohon lainnya di dunia nyata untuk melayani manusia mengarungi dunia maya......

read more
Vertikal – Horizontal

Vertikal – Horizontal

"Vertikal - Horizontal" Cinta amat suka menikmati pikirannya sendiri saja, yang membuat pikiran kita sendiri gagal dalam memahaminya… Dan manakala kita mendengar ungkapan soal cinta tanpa syarat, maka biasanya ungkapan itu justru malah dijadikan...

read more

Give Your Comment!

Feel free to express your opinion about this post, or simply share your relevant experience related to this post so we can all learn from each other.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Insights!

Get inspiring weekly insights from NeoSentra to light-up your life…

Subscribe To Our Newsletter!

Subscribe To Our Newsletter!

Join our mailing list to receive special programs and valuable insights, including actionable strategy for your life transformation process.

Thank You! We are sending you a confirmation link to your email, so check your inbox soon or your spam folder if it's not there.

Pin It on Pinterest