“Cintanya Pecinta”
Saat muncul rasa mencintai
Akan terbersit sejumput naluri
Menggugah kebisingan emosi
Yang hadirnya begitu alami
Adanya pun tanpa dipelajari
Sebaliknya akan terjadi pada benci
Oase hati pun bisa mudah teracuni
Menutup segala saran dari nurani
Cinta tidaklah mesti bermusabab
Sementara benci selalu butuh akan sebab
Ya, hidup ini tak luput dari adanya kebencian
Namun hidup ini juga wujud cinta dari Tuhan
Sebab membenci adalah suatu pilihan
Sedangkan cinta bisa hadir penuh kejutan
Manakala kita tengah tersakiti
Cenderungnya kita juga ingin menyakiti
Disitulah kepala menjadi seperti kaki
Si korban kini jadi pelakunya tanpa disadari
Cinta tidak pernah saling mencari
Cinta hanya menunggu kesiapan hati
Ada waktunya cinta hadir seolah abadi
Dan ada masanya pula cinta harus pergi
Ingatlah bahwa hidup muncul dari yang mati
Dan mati pun memberi waktu untuk hidup lagi
Layaknya malam meninggalkan siang tadi
Agar siang bisa menyelimuti malam nanti
Cinta bercahaya untuk membawa terang
Bukan untuk dijadikan alasan perang
Cinta juga bertautan dalam kesiapan
Untuk maujud dalam saat perjumpaan
Seolah-olah semua adalah kebetulan
Walaupun sejatinya ia kehendak Tuhan
Dari cinta kita belajar tentang harapan
Dari benci kita mengenal ketakutan
Perjumpaan dan perpisahan adalah pelajaran
Layaknya menanam dan menuai perbuatan
Jika harus berpisah, jangan tanam kebencian
Jika ingin menyatu, lakukan bersama Tuhan
Setiap reruntuhan punya harta yang tersimpan
Maka syukurilah segenap perubahan
Yang kini membawa cinta berhadap-hadapan
Jutaan jalan kehidupan bisa terlewatkan
Jika memang waktu belum juga Tuhan izinkan
Namun bilamana sudah garisnya kejadian
Rangkullah lukisan perjalananmu kemudian
Agar indah cinta dalam dekapan kerinduan
Dan saat keajaiban menjadi barang langka
Harapan dan makna pun nyaris tak berwarna
Maka engkau akan menemukan lagi cinta
Ketika memandang terang Cahaya Tuhannya
Tersenyum lembut di dalam sanubari jiwa
Lambat laun terdengar alunan suara berkata
Ingat, Keindahan itu untuk ditemukan isinya
Bukan hanya untuk dilihat mata sahaja…
(Jhody Arya Prabawa)
Salam NeoSentra!
Bersyukur🙏
Berdoa🤲
Bahagia👍
Dan Teruslah Berkarya✊
#NeoSentra



0 Comments