“Ketakutan & Harapan”
Dalam memilih sesuatu, biasanya ada 2 hal yang mendasari pilihan tersebut. Pertama, karena KETAKUTAN, dan kedua, karena HARAPAN.
KETAKUTAN akan mendorong fokus kita kepada pilihan yang justru ingin kita hindari, dan bukan pada pilihan yang sebetulnya kita inginkan/perjuangkan. Dan kita malah akan berfokus pada kelemahan dan dampak buruk dari pilihan tersebut agar KEBENCIAN kita terhadapnya menguat. Setelah itu, tahap berikutnya adalah lahirnya tindakan PENYERANGAN atas pilihan yang sudah kita benci itu. Kita takut pilihan tersebut menjadi kenyataan, karena itu akan menjadi mimpi buruk bagi kita sendiri.
HARAPAN akan mendorong kita untuk berfokus pada pilihan yang kita inginkan untuk terjadi, dan bukan pada pilihan yang justru tidak kita inginkan. Kita akan mengangkat semua dampak positif dan hal2 yang baik dan menguatkan atas pilihan tersebut sebagai wujud KEBERPIHAKAN kita atas pilihan itu. Selanjutnya, kita akan melakukan PEMBELAAN dengan semampunya atas segala bentuk upaya yang bisa melemahkan keputusan kita tersebut, sebab kita berharap agar pilihan kita itu bisa menjadi kenyataan.
Maka segala hal dan informasi yang berbau PEMBENARAN atas KEBENCIAN maupun KEBERPIHAKAN kita itu akan lebih mudah untuk kita telan bulat2, dan sebaliknya, yang bersifat melemahkan keputusan kita tersebut akan kita tolak secepatnya, sekalipun mungkin ada sejumput kebenaran terkandung di dalamnya. Nah yang manakah kita? Karena KETAKUTAN ataukah karena HARAPAN??? Coba tengok sejenak timeline SosMed kita masing-masing yaa. Apakah isinya mencerminkan tentang pilihan-pilihan yang kita harapkan, atau lebih banyak membahas pilihan yang justru tidak kita inginkan??? ![]()
Tentunya kita bisa saja melakukan kedua-duanya secara bersamaan, namun tetap saja akan ada kecenderungannya terlihat jika kita cukup berani lebih jujur lagi pada diri sendiri.
Sekalian periksa ada berapa banyak kah HOAX yang kita posting dan “kelupaan” mengklarifikasinya ketika terbukti salah. Mungkin diawali dengan “Semoga aja berita ini ga benar yaa”, atau biasanya dimulai dengan “Ini HOAX apa engga sih???”, dan masih banyak varian lainnya yang lucu-lucu. Kalo ga tahu itu postingan bener atau engga, ya harusnya sih jangan di posting lah. Atau yang lagi nge-trend sekarang adalah click-bait ke judul-judul link online yang provokatif yang seolah-olah seperti berita dan fakta (Contohnya: TERBONGKAR!!!, TERKUAK!!!, TERNYATA BEGINILAH… dst dll dsb), yang ternyata hanyalah kumpulan opini semata.
Opini yang masuk akal itu tidak otomatis BENAR ADANYA. Itulah yang namanya PROPAGANDA. Semua cerita Fiksi Ilmiah justru harus masuk akal supaya yang baca bisa merasa itu se-real mungkin. Tapi ya itu tadi, tetap saja FIKSI!!! Biasanya komentar kita gini: “Ah payah, terlalu keliatan bohongannya!!!”. Padahal ya memang itu bohongan kan yaa… Dan kita kepingin banget dibohongin yang beneran gitu loh!
Dan setelah membaca tulisan ini, kita akan semakin yakin bahwa pilihan kita lah yang udah paling bener 1000%. Iya kan?!?!?!? ![]()
(Jhody Arya Prabawa)
Salam NeoSentra!
Bersyukur🙏
Berdoa🤲
Bahagia👍
Dan Teruslah Berkarya✊
#NeoSentra



0 Comments