Momentum & Resolusi

b
j

by NeoSentra

}

Dec 29, 2016

“Momentum & Resolusi”

Menjelang akhir tahun, tradisi pembuatan Resolusi Tahun Baru akan marak bermunculan khususnya di Sosial Media sebagai suatu kebanggaan atau bisa juga untuk mencari dukungan dalam pencapaiannya, atau murni sekedar iseng-iseng saja. Yang menjadi kelucuan adalah sifatnya yang hangat-hangat Ta*i Ayam, dimana biasanya banyak orang hanya berfokus pada semangat dalam membuatnya, namun tidak pernah benar-benar berniat untuk mewujudkannya. Kemungkinan besar memang ini adalah tradisi untuk menuliskan apa saja yang kita harapkan tanpa perlu serius untuk dilakukan. Apa indikatornya?

Pertama, resolusi itu biasanya ditulis dengan jumlah item lebih dari satu, alias banyak sekali, atau bahkan terlalu banyak sekali. Dan jika memang tujuannya adalah untuk dicapai, maka tentunya kita akan selektif sekali dalam memilih FOKUS perhatian dan alokasi sumber-daya kita agar kita mampu memenuhi apapun yang diperlukan supaya hal tersebut bisa tercapai. Kita akan memiliki skala prioritas atas apa-apa saja yang sangat penting dimana jika semua itu tercapai, maka pencapaian tersebut akan membuka peluang baru atas hal yang lainnya lagi yang juga tidak kalah pentingnya dari hal sebelumnya, namun belum menjadi prioritas utama kita saat ini.

Jika memang kita serius dalam mencapai sesuatu, maka seyogianya kita akan pikirkan sepenuhnya soal apa saja targetnya, mengapa kita ingin mencapainya, bagaimana kita akan mencapainya, kapan bisa dicapainya, dan apa ukurannya jika kita memang sudah mencapainya atau apakah kita masih berada di jalur yang sesuai dengan rencana awalnya, dan seterusnya. Pertanyaannya, apakah kita akan dan sudah melakukan itu semua? Tentu ada yang iya dan pastinya juga ada yang tidak. Bagi yang tidak, kemungkinan sebabnya adalah karena memang hanya untuk tradisi semata, dan bukan untuk gimana-gimana alias lucu-lucuan aja 🙂 Namun dibalik itu, sebetulnya tradisi resolusi itu memiliki aspek menarik bagi orang-orang yang punya tujuan serius untuk berubah atau mencapai sesuatu, yaitu seni mencapai tujuan sesuai dengan pengharapan.

Kedua, bagi yang nanggung (becanda engga, serius juga engga), maka malah ada bahayanya jika ikut-ikutan tradisi resolusi ini. Bayangkan ketika kita serius menuliskan sebuah daftar harapan kita yang mirip semacam komitmen untuk berubah atau membangun suatu kebiasaan baru, namun setelahnya kita juga sudah terbiasa untuk tidak menjalankannya, bahkan sama sekali mengabaikannya, itu artinya kita tengah melatih dan membiasakan diri kita untuk TERBIASA TIDAK MENGAMBIL TINDAKAN ATAS APA YANG SUDAH KITA HARAPKAN. Dan ketika kita sukses membangun kebiasaan ini, maka selesailah sudah cita-cita kita, atau bahasa anak sekarang, kelar hidup lo!!! 😮 Jadi mendingan ikutan bercanda lucu-lucuan ketimbang tanggung macam demikian, atau ya serius aja sekalian, toh tidak akan ada kerugian. Malahan bisa terjadi perubahan dan peningkatan serta pencapaian harapan di tahun depan! 😉 Lagian musuhnya juga cuma kemalasan kan? 😀

Ketiga, bedanya orang yang terbiasa jadi pemenang dengan mereka yang dianggap pecundang adalah para pemenang terbiasa mengambil tindakan atas apapun yang muncul di pikiran dan menjadi harapan yang memiliki kekuatan untuk mendorong tercapainya perubahan. Jelas ada juga orang yang terbiasa menjadi pecundang, yang seringkali kita dengar cerita dengan genre yang sama yaitu tentang kemalangan, kenapa? Karena baik keberhasilan ataupun kegagalan, kedua-duanya adalah merupakan buah dari suatu kebiasaan. Kebiasaan yang sangat mungkin berakar dari keyakinan berdasarkan pengalaman yang disalah-artikan. Bahwa jika kita berasal dari keluarga ekonomi lemah, maka pasti kita akan menjadi orang kelas bawah. Bahwa rezeki dicarinya harus teramat susah, maka kita pun akan membiasakan diri harus payah dan lelah agar afdal terbukti bahwa benarlah adanya mencari rezeki itu memang susah. Ini tidak salah, hanya saja perlu diubah karena bukan sesuatu yang bisa membuat hidup jadi lebih mudah, apalagi bergairah.

Maka, jika kita berprasangka baik kepada Tuhan, maka kita akan selalu menemukan kemudahan setelah adanya kesulitan. Namun begitu juga halnya jika kita berprasangka buruk kepada Tuhan, maka kita akan selalu mendapatkan kesulitan di dalam setiap kesempatan, dan kemudian kita katakan pada diri kita sendiri bahwa inilah memang yang telah digariskan Tuhan untuk kehidupan, lalu kita jadikan hal itu sebagai keyakinan, yang kemudian berubah menjadi kebiasaan, dan perlahan hasilnya juga akan kelihatan sepanjang perjalanan sebagai buah kenyataan atas pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan, yang sebetulnya sama sekali tidak bisa dibenarkan jika dianggap tidak mungkin dilakukan perubahan. Keyakinan yang salah akan berujung pada keluh kesah, bahkan bisa jadi fitnah seolah-olah kehidupan hanya bisa memberi segitu saja pada kita sebagai jatah. Oleh karena itu, kita harus setuju dulu bahwa hidup ini perlu untuk dibuat selalu baru, jika memang kita ingin memberi yang terbaik melulu, dengan membuka diri agar belajar dari siapapun yang layak ditiru, termasuk menjadikan alam dan kehidupan ini sebagai guru.

Maka, bagi yang akan memanfaatkan momentum resolusi tahunan ini nanti diakhir pekan, pastikan bahwa kita akan mengambil suatu keputusan, atas berbagai jenis keinginan, termasuk membangun suatu kebiasaan baru untuk mencapai keberhasilan. Dan kita bulatkan menjadi satu pilihan yang paling diharapkan, untuk kemudian kita ambil tindakan yang memiliki kekuatan, agar kita yakin akan terjadinya perubahan, sekalipun kita akan mengalami kesulitan dan kemalasan dalam berbagai bentuk hambatan, namun tanpa melupakan adanya kemudahan dan pertolongan Tuhan, bahwa pada akhirnya kita ingin membawa kemanfaatan, dan disitulah kita akan masuk ke dalam golongan para pemenang, ketika semua itu sudah berhasil menjadi suatu kebiasaan, yaitu kebiasaan untuk menggapai keberhasilan, kebiasaan untuk berani mengambil keputusan dengan penuh pertimbangan dan kehati-hatian, dan kebiasaan untuk terus melakukan tindakan yang penuh pertanggung-jawaban, dan bukan sekedar ledakan emosi kenekatan, agar terjadi peningkatan atas peran kita dalam kehidupan, terlepas dari apapun tingkat perekonomian ataupun keturunan, termasuk menembus sekat-sekat latar-belakang pendidikan, yakinlah bahwa kita akan dipersiapkan, karena kita sudah berani menyatakan dan menunjukkan, tidak akan sia-sia aku Engkau ciptakan. Terima-kasih Tuhan…

(Jhody Arya Prabawa)

Salam NeoSentra!

Bersyukur🙏

Berdoa🤲

Bahagia👍

Dan Teruslah Berkarya✊

#NeoSentra

Get Insights!

Follow Us!

Related Posts

Elegi Wifi & Biji

Elegi Wifi & Biji

"Elegi Wifi & Biji" Wahai Tuhanku yang Maha Memelihara Ciptaan-Nya... Sayang sekali pohon ratusan tahun ini masih belum juga bisa memancarkan WIFI sebagaimana pohon-pohon lainnya di dunia nyata untuk melayani manusia mengarungi dunia maya......

read more
Vertikal – Horizontal

Vertikal – Horizontal

"Vertikal - Horizontal" Cinta amat suka menikmati pikirannya sendiri saja, yang membuat pikiran kita sendiri gagal dalam memahaminya… Dan manakala kita mendengar ungkapan soal cinta tanpa syarat, maka biasanya ungkapan itu justru malah dijadikan...

read more

Give Your Comment!

Feel free to express your opinion about this post, or simply share your relevant experience related to this post so we can all learn from each other.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Insights!

Get inspiring weekly insights from NeoSentra to light-up your life…

Subscribe To Our Newsletter!

Subscribe To Our Newsletter!

Join our mailing list to receive special programs and valuable insights, including actionable strategy for your life transformation process.

Thank You! We are sending you a confirmation link to your email, so check your inbox soon or your spam folder if it's not there.

Pin It on Pinterest